RAPAT KERJA DAERAH PROGRAM KB

Bekasi, 25 Maret 2009

Bekasi, 25 Maret 2009
RAPAT KERJA DAERAH PROGRAM KB

Wakil Bupati Bekasi H.M. Darip Mulyana, S.Sos,M.Si, atas nama Bupati Bekasi secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah Program Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Bekasi di ruang KH.Noer Ali, Rabu, 25 Maret 2009. Kegiatan yang diisi dengan pemaparan program KB oleh Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs.H.Rukman Heryana ini dihadiri pula oleh seluruh camat, kepala Puskesmas dan penyuluh KB.
Dalam sambutannya Bupati Bekasi menyatakan,”Kegiatan ini merupakan wahana membangun komitmen bahwa program pemberdayaan perempuan dan KB dapat memberikan kontribusi terhadap upaya Kabupaten Bekasi dalam mencapai IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang lebih baik di masa depan.”
Bupati Bekasi juga menambahkan, bahwa pemerintah Kabupaten Bekasi berusaha menahan laju pertumbuhan penduduk alami dengan mengendalikan angka kelahiran melalui program KB. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pencapaian program KB Kabupaten Bekasi belum maksimal seperti yang kita harapkan, dengan pencapaian peserta KB aktif tahun 2008 sebanyak 391.731 akseptor aktif atau 79,50 % dari pasangan usia subur sebanyak 492.724 dengan TFR (Total Fertility Rate) atau tingkat kemampuan ibu melahirkan pada tahun 2007 sebesar 2,80 atau bertambah 0,16 % dari tahun 2006. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena telah terjadi peningkatan angka kelahiran yang cukup berarti. Dengan laju pertumbuhan penduduk 1,81 turut memberikan kontribusi terhadap jumlah penduduk provinsi Jawa Barat nomor satu di Indonesia, dan Kabupaten Bekasi menduduki urutan nomor 5 dari 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat. Sedangkan kepadatan penduduk Kabupaten Bekasi menempati nomor empat terpadat setelah Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor, rata-rata 1899 jiwa per km persegi.
Sejalan dengan hal tersebut, menurut Dra. Hj.Tuti Elyanti,M.Si selaku Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Kabupaten Bekasi, “ Saat ini program pokok pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana tidak hanya mengajak keluarga untuk menggunakan alat kontrasepsi, tetapi juga berkembang menjadi keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, kesehatan reproduksi remaja, dan penguatan kelembagaan keluarga kecil berkualitas.”
Dalam laporannya, Kepala BPP dan KB juga mengeluhkan kurangnya tenaga penyuluh lapangan. “ Namun demikian, dengan kondisi yang terbatas tersebut, Kabupaten Bekasi pada tahun 2008 telah memberikan kontribusinya terhadap pencapaian peserta KB baru provinsi Jawa Barat sebesar 105,96 %, dengan peserta KB aktif sebanyak 69,86 %. Namun angka drop out peserta KB nya diatas rata-rata propinsi sebesar 13,93 %.
Dalam acara tersebut, atas nama Bupati, Wakil Bupati Bekasi juga melantik dan meresmikan Forum Pos KB Kabupaten Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: